Rabu, 22 Juli 2026

Babak Baru Kehidupan

cuma blog ini yang akan selalu ada menjadi tempat berkeluh kesah selain orang2 yang kusayang. Media sosial yang dulu bisa jadi diary kisah hidup sudah tidak bersahabat sejak si penguasa merasa terganggu dengan postingan2 ku. Sama tulisan saja resah dia tapi menyakiti hati orang tidak merasa apa2..., ya manusia yang sedang berkuasa suka seperti itu, lupa mungkin dia firaun dan qorun saja ada masa akhirnya, soeharto yang sudah 32 tahun berkuasa juga ada masa jatuhnya.

terhitung 1 juli ini bertambah dahsyat nih kehidupanku, dimutasi ke daerah, non job saja ada mutasinya, wuih keren kan, bukannya memperjuangkan anggotanya malah mencampakan. Setahu ku sih kalau pun dianggap orang bermasalah biasanya orang di nonjobkan atau ditarik ke mabes, bukan malah ditaruh di polsek, ya mau gimana lagi si kecil yang cuma punya backingan yang Maha Besar ini. 

Jujur aku tidak menuntut orang untuk bisa memahami apa yang kurasakan, berkali kali hal ini ku bilang ke orang terdekat. Psikiater ku saja sudah kuanggap tidak asyik untuk bercerita, ya tentang rasa, hati memang tidak mudah untuk dimengerti. Dititik ini ku jadi lebih bisa melihat hidup dalam sisi yang luas, tidak mudah menghakimi karena kita juga bukan hakim atas hidup orang lain. Salah dan benar itu cuma ada dalam ilmu matematika, dalam ilmu kehidupan semua cuma ada alasan kenapa itu dianggap benar atau dianggap salah. 

Jangan cuma pandai bilang, lihat banyak orang yang lebih susah darimu, mesti pandai bersyukur dan semua petuah bijak lainnya, ngomong itu mudah kawan, jangan pernah menyepelekan masalah orang lain. Masing2 orang punya takaran masing2, bagi seorang ahli matematika mengerjakan 10 soal trigonometri dalam 5 menit mungkin tidak susah, tapi bisa saja kalau dia dikasih beban mengangkat karung berisi beras 20 kilogram dia akan merasa itu beban yang luar biasa. Sebaliknya bagi tukang kuli pangkul di pasar beban 20 kilogram ini cuma masalah yang sepele, tapi mengerjakan 1 buah soal trigonomteri dalam 10 menit mungkin jadi beban yang sangat sulit baginya. Jadi jangan menghakimi orang, semua orang berhak untuk mengeluh. 

Orang yang sedang berada dititik nadir hidupnya kadang cuma butuh tempat bercerita dan didengar, manusia yang waras juga tahu hidup itu mesti pandai bersukur, tapi kalau semua orang sejak zaman dahulu berfikir seperti ini mungkin tidak akan pernah ada penemuan2 yang kita manfaatkan sekarang, misalnya saja Thomas Alva Edison nyaman saja hidup tanpa bola lampu mungkin dia tidak akan effort untuk membuat penemuan. Jadi biarlah orang dengan semua keluh kesahnya, mungkin dengan berkeluh kesah itu yang menyelamatkan dirinya dari menjemput ajal terlalu dini. Si depresi itu mungkin sedang berjuang sekuat tenaga untuk tetap bisa terus menghirup nafas di dunia yang tidak bersahabat untuknya. Mungkin dia hanya butuh satu alasan terakhir saja untuk mengakhiri semuanya. Jadi jangan terlalu kejam jadi manusia, biarkanlah orang berjuang dengan caranya, ingat karma kadang bisa lintas generasi. 

Berjuang untuk tetap hidup normal dengan beban rasa yang maha berat itu tidak mudah. Sudah lelah membuat beban orang sekitar, tapi semua itu tidak mudah, sekali lagi tentang rasa itu tidak mudah untuk dijelaskan. 

Siapa saja yang membaca tulisan ini tolong hadirlah untuk orang terdekat kalian disaat mereka ada dititik terendah hidupnya, mungkin kehadiran kalian bisa jadi 1 alasan yang membuat dia masih mau bertahan di dunia yang penuh drama ini. Mereka kadang cuma butuh untuk didengar, jadilah pendengar yang baik untuk hati yang mungkin sudah tidak berbentuk. Untuk yang merasa sedang berada dititik bisa menentukan nasib orang ingat2 saja nasib kalian saja belum tentu bisa kalian atur jadi jangan suka semena2.

Babak Baru Kehidupan

cuma blog ini yang akan selalu ada menjadi tempat berkeluh kesah selain orang2 yang kusayang. Media sosial yang dulu bisa jadi diary kisah h...